Agak sok-sokan sih, but I just wanna say, this March is a hectic month! -_- hahaha. Pasalnya, ada empat tanggung jawab berbeda yang harus gue emban di bulan ini (bahkan ada yang sampai bulan depan). Pertama, selepas panitia valentine, tanpa di sangka-sangka ternyata Panitia Paskah 2012 sudah terbentuk, dan gue...begitulah :') Semoga gue sanggup, AMIN. Akhirnya, beberapa minggu ini dibuka dengan rapat rapat dan rapat. Agenda mungil gue penuh dengan coretan-coretan kecil sebagai "alarm" untuk rapat :')
Selanjutnya, hal yang menurut gue bukan sebuah kewajiban atau keharusan, tetapi lebih ke pilihan. Tidak lain dan tidak bukan adalah, kuliah. Kenapa gue bilang kuliah itu pilihan? Yaa karena untuk menjalaninya tergantung diri kita masing-masing. Do it or leave it. Kalau kuliah menjadi sebuah keharusan, adanya malah keterpaksaan yang bisa berakhir dengan kegagalan. Gitjuuu hehehe. Tapi mungkin opini kita beda-beda yaa :)
Oke, back to problem. Kuliah. Dulu gue berpikir, semakin tinggi tingkatan semester, kegiatan perkuliahan pun akan semakin sedikit, semakin mudah, and automatically semakin santai. A classical thought! Huf. Nyatanya tidak demikian begitu saudara-saudara! Semester kemarin gue kuliah dari Selasa-Jum'at doang, namun semester ini gue kuliah Senin-Jum'at, walaupun ga full day tapi oh tapi itu tetep aja, sesuatu, hahaha. Dan tentu saja kalau ada kuliah, pasti ada tugas, seperti mentega dan selai. Gue heran aja, hampir semua mata kuliah tugasnya adalah presentasi di minggu ke 6 dan 7 a.k.a 2 minggu sebelum UTS. Pada dasarnya sih gue bisa terima, secara gue emang anak komunikasi, kalau ga bisa ngomong atau presentasi, mau jadi apa gue nanti? Tapi tapi tapi kenapa harus di minggu yang bersamaan seeeeehhhhhh? Huah, plis plis plis Tuhan help me :(
Dan sebagai seorang mahasiswa, adalah pilihan juga ketika kita memutuskan untuk bergabung dalam organisasi-organisasi di kampus (maksudnya kayak UKM gitu). Gue pun begitu. Dahulu kala, jaman-jamannya semester awal, gue sangat anti untuk ikut organisasi-organisasi kemahasiswaan di kampus dan memilih untuk berdiam diri menikmati hidup di kosan. Tapi seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (ga nyambung euy!) akhirnya gue memutuskan untuk
"menelan ludah sendiri" hahahaha. 1 organisasi, 2, 3, daaan seterusnya sampai hari ini. Dan saat ini gue "menyandang" salah satu pengurus di sebuah organisasi mahasiswa Kristen di kampus gue. Tentu saja, gue punya job desk yang harus gue jalankan. Dan itu seperti tugas mingguan yang selalu ada dan tidak mungkin tidak ada :')
Untuk yang terakhir, ini juga sebuah pilihan. Sebagai mahasiswi ilmu komunikasi, gue merasa ga cukup hanya dengan teori-teori tentang komunikasi di perkuliahan. Then, apa "bedanya" gue dengan teman-teman yang lain yang notabene kita sama-sama belajar komunikasi? Gue "ga mau" dong menjadi biasa-biasa aja dan sama dengan mereka. Gue harus bisa menjadi luar biasa dari yang lainnya, luar biasa yang positif tentunya :) Akhirnya, gue putuskan untuk ikut les Mandarin. Hahaha. Random abis. Jadi ceritanya, gue udah sempat dapat mata kuliah Mandarin waktu di kampus. Tapi hanya sampe semester 2 doang. Sayang kan, ilmunya udah dapet (walau sebatas dasar-dasarnya doang). Makanya gue pengen ngelanjutin "ilmu nanggung" itu, hahaha. Kebetulan Atika dan Corel juga mau ikut. Barengan deh kita les Mandarin level 1 di EEP Bandung :D Sejauh ini sih, gue ngejalaninnya emang happy happy aja, apalagi lesnya kan malem jadi ga begitu mengganggu kuliah. Hehehe. Semoga ilmunya bermanfaat ya untuk masa depan nanti, Amin. Hanya sajaaa, beberapa minggu ini lagi jaman-jamannya ujian dan setiap mau ujian gue ngerasa kayak ga ada persiapan yang matang saking sibuknya gue di hal-hal yang lain. Kalau nilainya jelek, gue ngerasa rugi aja gitu :|
But, ternyata semua yang sedang gue jalani di atas adalah sebuah pilihan. Parahnya, akhir-akhir ini gue lebih sering bersungut-sungut sama hal yang telah menjadi pilihan gue. Gue merasa terlalu "terbebani". Padahal Tuhan "meng-acc" pilihan kita, berarti Dia pasti akan memberikan kita kapasitas dan kekuatan untuk menjalani dan menyelesaikannya. Puji Tuhan, gue cepet sadar, hehehe. And now, gue mau lebih enjoy menjalani semuanya tanpa bersungut-sungut.
So people, be aware sama hal-hal tertentu yang sedang kita jalani saat ini atau nanti. Sesungguhnya, semua itu adalah sebuah pilihan. Mau menjalaninya atau tidak. Mau kuliah atau ga, mau makan atau ga, mau hidup atau ga, itu semua pilihan. Dan ketika kita sudah memilih, jangan bersungut-sungut! Di dunia ini hampir tidak ada sesuatu hal yang dipaksakan untuk kita jalani. Ketika kita merasa nyaman menjalani sesuatu yang kita pilih, hampir 99% pilihan kita sudah benar. Tinggal bagaimana kita me-manage semuanya dengan baik. And the foremost, selalu libatkan Tuhan dalam setiap pilihan kita, karena sumber segala kekuatan hanya ada pada-Nya. Selamat memilih dan menjalani pilihan kita masing-masing ya!
Dan sebagai seorang mahasiswa, adalah pilihan juga ketika kita memutuskan untuk bergabung dalam organisasi-organisasi di kampus (maksudnya kayak UKM gitu). Gue pun begitu. Dahulu kala, jaman-jamannya semester awal, gue sangat anti untuk ikut organisasi-organisasi kemahasiswaan di kampus dan memilih untuk berdiam diri menikmati hidup di kosan. Tapi seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (ga nyambung euy!) akhirnya gue memutuskan untuk
"menelan ludah sendiri" hahahaha. 1 organisasi, 2, 3, daaan seterusnya sampai hari ini. Dan saat ini gue "menyandang" salah satu pengurus di sebuah organisasi mahasiswa Kristen di kampus gue. Tentu saja, gue punya job desk yang harus gue jalankan. Dan itu seperti tugas mingguan yang selalu ada dan tidak mungkin tidak ada :')
Untuk yang terakhir, ini juga sebuah pilihan. Sebagai mahasiswi ilmu komunikasi, gue merasa ga cukup hanya dengan teori-teori tentang komunikasi di perkuliahan. Then, apa "bedanya" gue dengan teman-teman yang lain yang notabene kita sama-sama belajar komunikasi? Gue "ga mau" dong menjadi biasa-biasa aja dan sama dengan mereka. Gue harus bisa menjadi luar biasa dari yang lainnya, luar biasa yang positif tentunya :) Akhirnya, gue putuskan untuk ikut les Mandarin. Hahaha. Random abis. Jadi ceritanya, gue udah sempat dapat mata kuliah Mandarin waktu di kampus. Tapi hanya sampe semester 2 doang. Sayang kan, ilmunya udah dapet (walau sebatas dasar-dasarnya doang). Makanya gue pengen ngelanjutin "ilmu nanggung" itu, hahaha. Kebetulan Atika dan Corel juga mau ikut. Barengan deh kita les Mandarin level 1 di EEP Bandung :D Sejauh ini sih, gue ngejalaninnya emang happy happy aja, apalagi lesnya kan malem jadi ga begitu mengganggu kuliah. Hehehe. Semoga ilmunya bermanfaat ya untuk masa depan nanti, Amin. Hanya sajaaa, beberapa minggu ini lagi jaman-jamannya ujian dan setiap mau ujian gue ngerasa kayak ga ada persiapan yang matang saking sibuknya gue di hal-hal yang lain. Kalau nilainya jelek, gue ngerasa rugi aja gitu :|
See, cukup hectic kan?
But, ternyata semua yang sedang gue jalani di atas adalah sebuah pilihan. Parahnya, akhir-akhir ini gue lebih sering bersungut-sungut sama hal yang telah menjadi pilihan gue. Gue merasa terlalu "terbebani". Padahal Tuhan "meng-acc" pilihan kita, berarti Dia pasti akan memberikan kita kapasitas dan kekuatan untuk menjalani dan menyelesaikannya. Puji Tuhan, gue cepet sadar, hehehe. And now, gue mau lebih enjoy menjalani semuanya tanpa bersungut-sungut.
So people, be aware sama hal-hal tertentu yang sedang kita jalani saat ini atau nanti. Sesungguhnya, semua itu adalah sebuah pilihan. Mau menjalaninya atau tidak. Mau kuliah atau ga, mau makan atau ga, mau hidup atau ga, itu semua pilihan. Dan ketika kita sudah memilih, jangan bersungut-sungut! Di dunia ini hampir tidak ada sesuatu hal yang dipaksakan untuk kita jalani. Ketika kita merasa nyaman menjalani sesuatu yang kita pilih, hampir 99% pilihan kita sudah benar. Tinggal bagaimana kita me-manage semuanya dengan baik. And the foremost, selalu libatkan Tuhan dalam setiap pilihan kita, karena sumber segala kekuatan hanya ada pada-Nya. Selamat memilih dan menjalani pilihan kita masing-masing ya!
God bless us :)




